Wayne Rooney menilai hukuman Manchester City tidak seharusnya sampai berujung pada pencabutan gelar juara akibat pelanggaran aturan keuangan Premier League. Legenda Manchester United itu bahkan mengaku tidak akan merasa nyaman bila menerima medali juara liga tambahan dari proses tersebut. Menurutnya, pencabutan gelar justru akan terasa tidak adil bagi para pemain dan staf City yang telah berjuang meraih kesuksesan itu di lapangan.
Pernyataan tersebut muncul setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas lebih dari seratus dakwaan, dengan beragam kemungkinan sanksi masih menanti untuk diputuskan. City sendiri terus membantah melakukan pelanggaran apa pun dan yakin mampu membatalkan putusan itu lewat jalur banding. Rooney menyampaikan pandangannya dalam podcast Stick to United, membahas posisinya sebagai mantan pemain United yang pernah bersaing ketat dengan City pada musim-musim penentuan gelar.
Pandangan Rooney soal Hukuman Manchester City
Dalam podcast tersebut, Rooney menjelaskan alasan dirinya enggan menerima medali juara tambahan bila gelar City dicabut. Ia menegaskan bahwa timnya pada musim itu memang tidak berbuat cukup untuk memenangi liga, sehingga menerima gelar lewat jalur sanksi terasa keliru baginya. Pandangan ini ia sampaikan bukan untuk membela City, melainkan karena ia menilai kehormatan gelar harus datang dari hasil di lapangan.
Rooney juga mencoba menempatkan dirinya pada posisi para pemain City. Menurutnya, para pemain tersebut telah melakukan segala upaya untuk memenangi gelar Premier League dan dalam pikiran mereka gelar itu sudah diraih. Ia membayangkan bila hal serupa menimpa Manchester United dan medali-medali Premier League-nya tiba-tiba diambil, maka ia akan merasa sangat hancur.
Sikap itu menunjukkan bahwa Rooney memisahkan soal keadilan bagi para pemain dari soal kesalahan yang mungkin dilakukan manajemen klub. Ia tidak menutup mata pada dugaan pelanggaran, tetapi menilai dampak hukuman perlu mempertimbangkan pihak-pihak yang tidak bersalah. Karena itu, ia memilih tidak menuntut pencabutan gelar sebagai bentuk sanksi.
Latar Belakang Persaingan United dan City
Pandangan Rooney tak lepas dari pengalamannya pada musim 2011-12, ketika ia menjadi bagian skuad United yang finis sebagai runner-up di bawah City. Kedua tim mengakhiri musim dengan perolehan poin yang sama, namun City unggul selisih gol setelah Sergio Agüero mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir di hari terakhir. Gol itu memastikan trofi Premier League jatuh ke tangan tim asuhan Roberto Mancini.
Karena pernah merasakan kalah tipis seperti itu, Rooney memahami betul nilai sebuah gelar yang diraih melalui perjuangan satu musim penuh. Ia sadar bahwa medali juara bukan sekadar benda, melainkan hasil kerja keras yang melibatkan seluruh pemain dan staf di baliknya. Itulah yang membuatnya berpendapat bahwa dasar utama sebuah gelar semestinya tetap kompetisi di lapangan, bukan keputusan di ruang sidang.
Sementara itu, Manchester City masih menanti kepastian mengenai hukuman yang akan dijatuhkan. Klub berpendapat tidak melakukan kesalahan dan optimistis mampu membalikkan putusan melalui upaya banding. Bantahan dan keyakinan City itu menjadi salah satu alasan mengapa sanksi akhirnya masih belum jelas hingga kini.
Sanksi Seperti Apa yang Diminta Rooney
Meski menolak pencabutan gelar, Rooney tetap ingin Manchester City dihukum bila terbukti bersalah dalam proses hukum yang berjalan. Ia mengusulkan agar klub diturunkan ke kasta terendah yang memungkinkan, lalu dibatasi dalam hal belanja pemain untuk beberapa musim ke depan. Usulan itu menggambarkan bahwa ia menginginkan hukuman yang menekan klub secara kompetitif, bukan sekadar menghapus catatan sejarah.
Gagasan Rooney menunjukkan bahwa ia memandang sanksi seharusnya berdampak pada masa depan klub, bukan hanya pada masa lalu. Pembatasan belanja selama tiga hingga empat musim, misalnya, akan memengaruhi kemampuan City membangun skuad dan bersaing di papan atas. Dengan begitu, klub tetap merasakan konsekuensi tanpa harus merenggut gelar yang sudah dirayakan para pemainnya.
Pendekatan semacam ini mencerminkan pandangan bahwa keadilan dalam sepak bola perlu menyasar akar persoalannya. Jika masalahnya adalah aturan keuangan, maka hukuman yang mengatur kembali cara klub berbelanja bisa dianggap lebih relevan. Rooney tampaknya ingin memastikan kesalahan tidak terulang, sembari tetap melindungi mereka yang menjalankan tugasnya di lapangan.
Desakan agar Hukuman Manchester City Jadi Contoh
Presiden La Liga, Javier Tebas, yang sejak lama menjadi pengkritik Manchester City, menginginkan hukuman yang sepadan dengan pelanggaran yang dituduhkan. Berbicara di Peak Performance + Health Summit di London, ia menekankan pentingnya menjaga sepak bola tetap sehat dan bersih di seluruh kompetisi. Ia menyoroti bahwa banyak klub merasa dirugikan karena gelar-gelar yang seharusnya mereka raih justru jatuh ke pihak lain.
Tebas menilai kasus Manchester City punya implikasi yang luas bagi sepak bola Eropa, bukan hanya bagi Premier League. Menurutnya, hukuman yang dijatuhkan seharusnya menjadi contoh agar pelanggaran serupa tidak lagi terjadi. Ia menyebut pelanggaran aturan selama lebih dari sepuluh tahun sebagai persoalan yang sangat serius, sehingga tuntutan akan sanksi yang berat pun ia sampaikan secara terbuka.
Pandangan Tebas memperlihatkan adanya dua arus dalam diskusi ini. Rooney lebih menyoroti sisi kemanusiaan para pemain yang tak ingin kehilangan hasil jerih payahnya, sedangkan Tebas menekankan pentingnya efek jera demi keadilan kompetisi. Keduanya sama-sama menuntut adanya hukuman, hanya saja dengan penekanan dan bentuk sanksi yang berbeda.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya
Kasus ini masih berada pada tahap penantian keputusan akhir, sehingga bentuk hukuman bagi Manchester City belum bisa dipastikan. Apabila City berhasil memenangkan banding, gelar dan pencapaian mereka tetap utuh tanpa sanksi tambahan. Namun bila putusan bersalah ditegakkan, berbagai opsi hukuman yang sudah diperdebatkan publik maupun pihak berwenang bisa segera dijatuhkan.
Yang jelas, perdebatan yang muncul menunjukkan bahwa keadilan dalam dunia sepak bola tidak sesederhana memberi atau mencabut gelar. Ada banyak pihak yang terkena dampak, mulai dari pemain, staf, penggemar, hingga klub-klub pesaing yang merasa dirugikan. Hal ini membuat keputusan akhir nanti akan menjadi sorotan penting bagi bagaimana regulasi keuangan sepak bola ditegakkan di masa depan.
Kesimpulannya, Wayne Rooney menegaskan bahwa hukuman Manchester City sebaiknya tidak berupa pencabutan gelar, karena hal itu akan merugikan para pemain dan staf yang telah berjuang meraihnya. Meski begitu, ia tetap mendukung adanya sanksi bagi City bila terbukti bersalah, dengan usulan penurunan kasta dan pembatasan belanja selama beberapa musim. Di sisi lain, Javier Tebas menuntut hukuman yang berat agar kasus ini menjadi contoh dan menandai titik balik bagi kebersihan kompetisi di seluruh Eropa.
Apapun keputusan akhirnya nanti, kasus ini akan menjadi penanda penting bagi masa depan pengelolaan keuangan klub-klub besar. Keseimbangan antara menegakkan aturan dan menghargai kerja keras di lapangan akan terus menjadi pertanyaan yang harus dijawab oleh pihak berwenang.
