Jude Bellingham Tak Terkesan dengan Kritik Thomas Tuchel Usai Inggris ke Semifinal Piala Dunia

Kritik Thomas Tuchel Picu Reaksi Dingin Bellingham

Jude Bellingham memberikan respons dingin terhadap kritik Thomas Tuchel setelah pelatih Jerman itu menyebut performa Inggris “beruntung” dalam kemenangan dramatis atas Norwegia. Dua gol Bellingham mengantarkan Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya, namun Tuchel tetap tidak puas dengan permainan timnya.

Dalam laga perempat final yang menegangkan itu, Inggris sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Andreas Schjelderup. Namun bintang Real Madrid tersebut membalikkan keadaan dengan dua gol kontroversial. Gol penyeimbangnya di menit-menit akhir babak pertama menjadi perdebatan karena dianggap menyentuh kabel di atas lapangan sebelum tercipta, meskipun FIFA mengklaim sensor bola tidak mendeteksinya.

Gol kedua Bellingham tercipta pada menit ke-93 perpanjangan waktu setelah memanfaatkan kesalahan kiper Norwegia, Ørjan Håskjold Nyland. Itu menjadi gol keenamnya di Piala Dunia ini, hanya tertinggal dua gol dari Lionel Messi dan Kylian Mbappé, serta sejajar dengan kapten Inggris Harry Kane.

Tuchel Akui Keberuntungan, Bellingham Bantah

Meski Inggris sukses mencapai semifinal untuk pertama kalinya sejak 2018 di bawah Gareth Southgate, kritik Thomas Tuchel justru muncul dengan keras. “Hasilnya fantastis, kami di empat besar, itu luar biasa. Tapi saya tidak senang dengan performa,” ujar Tuchel kepada ITV. “Kami membuat segalanya sulit sendiri. Ceroboh, banyak kesalahan teknis, tidak cukup cepat. Kami beruntung hari ini.”

Ditanya soal komentar tersebut, Bellingham tidak menyembunyikan ketidaksetujuannya. “Ya, terserah. Terserah,” katanya singkat dengan bahasa tubuh yang jelas. “Sulit di lapangan. Semua pemain bekerja keras. Jadi pikiranku dan apresiasi saya tercurah untuk para pemain yang sudah bekerja keras lagi malam ini.”

Dalam wawancara lain, Bellingham lebih blak-blakan: “Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti ini melawan Erling Haaland, Martin Ødegaard, Antonio Nusa, Alexander Sørloth. Itu bukan tim yang mudah dilawan. Saya pikir kami berusaha menciptakan lingkungan positif. Anda tidak bisa menang setiap pertandingan dengan operan seribu kali. Kadang Anda harus menang dengan cara kotor, dan kami melakukannya lagi malam ini.”

Saat diminta mengomentari pernyataan Tuchel bahwa Inggris beruntung, Bellingham hanya menjawab, “No comment.”

Tuchel Bela Diri: Tidak Ada Keterputusan dengan Pemain

Menanggapi reaksi Bellingham, Tuchel kemudian membela ucapannya dan menegaskan bahwa tidak ada jarak dengan para pemainnya. “Saya terkesan dengan kerja keras mereka dan cara mereka mengatasi kesulitan. Mereka tidak bisa dipuji cukup atas itu. Tapi saya juga pelatih sepak bola, dan kami bisa bermain lebih baik,” kata Tuchel.

Tuchel menambahkan, “Kami menemukan cara untuk lolos ke empat besar, yang tentu saja hal terpenting. Kepala analitis saya masih berpikir kami harus bermain lebih baik. Tidak masalah, tapi tidak ada keterputusan antara saya dan tim. Tidak sedikit pun. Saya sepenuh hati dan jatuh cinta dengan para pemain saya.”

Harry Kane: Kritik Bisa Jadi Motivasi

Kapten Inggris, Harry Kane, mengakui bahwa kritik Thomas Tuchel memang kurang menyenangkan, tapi justru bisa menjadi penyemangat. “Dia bilang di ruang ganti: selamat besar, nikmati dan rayakan, tapi masih ada sisi dirinya yang tahu kami bisa lebih baik. Itu hal yang baik. Jika kami di semifinal Piala Dunia dengan masih merasa bisa meningkatkan performa, maka itu positif,” ujar Kane.

Sementara itu, Erling Haaland yang gagal mencetak gol dalam laga internasional kompetitif untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024, harus ditarik keluar pada babak perpanjangan waktu kedua karena cedera paha. Pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, mengakui seharusnya ia sudah menarik Haaland 10 menit lebih awal.

Kesimpulan: Performa Buruk tapi Mental Juara

Pertandingan ini menunjukkan bahwa meskipun performa Inggris di bawah standar, mentalitas dan kebersamaan tim tetap kuat. Kritik Thomas Tuchel memang tajam, namun respons Bellingham dan Kane justru memperlihatkan bahwa para pemain tetap solid. Tantangan Inggris selanjutnya adalah semifinal, dan dengan keyakinan bahwa level permainan bisa ditingkatkan, mereka berpeluang besar mencapai final Piala Dunia untuk pertama kalinya di luar Inggris.