Pertandingan Semifinal Piala Dunia yang Penuh Drama
Pertandingan semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina menyajikan duel sengit yang berakhir dengan kemenangan dramatis Argentina 2-1. Dalam laga tersebut, penampilan individual pemain menjadi sorotan, dan rating pemain Inggris vs Argentina ini mengupas kontribusi masing-masing bintang di atas lapangan. Meski Inggris unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon, Argentina sukses membalikkan keadaan berkat gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez. Berikut ulasan lengkap performa para pemain berdasarkan rating yang diberikan.
Rating Pemain Inggris (4-2-3-1)
Tim asuhan Gareth Southgate tampil cukup solid di sebagian besar laga, tetapi beberapa pemain kehilangan konsentrasi di 10 menit terakhir yang berujung pada kebobolan dua gol. Berikut rating pemain Inggris vs Argentina untuk skuad The Three Lions:
Jordan Pickford (7/10): Kiper utama Inggris hampir tidak berpeluang menghentikan dua gol Argentina. Ia sempat melakukan penyelamatan gemilang dari tembakan González, namun momen itu kini terlupakan karena hasil akhir yang mengecewakan.
Reece James (7/10): Full-back ini mendominasi sisi lapangan dan membuktikan bahwa keputusan memainkannya kembali setelah cedera benar-benar tepat. Penampilannya stabil dan percaya diri.
John Stones (7/10): Menjadi batu karang di lini belakang Inggris hingga 10 menit terakhir. Kurangnya waktu bermain akhirnya memengaruhi ketahanan fisiknya, membuatnya sedikit goyah saat Argentina menekan.
Marc Guéhi (7/10): Bek yang sangat andal ini tidak melakukan satu kesalahan pun sepanjang laga. Sayangnya, ia berada di pihak yang kalah meski tampil tanpa cela.
Djed Spence (8/10): Spence berhasil memenangkan hati para peragu dan bahkan melampaui ekspektasi. Tekel ala Bobby Moore untuk menghentikan Simeone menjadi salah satu momen terbaiknya.
Elliot Anderson (7/10): Gelandang serba bisa ini kembali menunjukkan aksi totalnya. Ia mendapat kartu kuning karena tekel keras pada Messi, tetapi kualitasnya jelas layak untuk level ini.
Declan Rice (6/10): Rice tampil lebih seperti dirinya sendiri, namun harus ditarik keluar saat Inggris mencoba mempertahankan keunggulan. Keputusan taktis yang tidak berjalan sesuai rencana.
Morgan Rogers (7/10): Dimainkan di posisi tidak biasa di sayap kanan, Rogers membuktikan kepercayaan pelatih dengan memberikan assist brilian untuk Gordon.
Jude Bellingham (6/10): Bintang muda ini tampil agresif sejak menit awal dan nyaris kehilangan kendali emosi di masa injury time. Kali ini ia tidak mampu menjadi penyelamat Inggris seperti yang sering ia lakukan sebelumnya.
Anthony Gordon (8/10): Gordon benar-benar matang di turnamen ini. Mencetak gol di semifinal Piala Dunia adalah pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan.
Harry Kane (5/10): Umpan panjang Kane menjadi awal terciptanya gol Inggris. Namun, ia pasti sangat kecewa karena tidak bisa memberikan dampak lebih besar di laga penting ini.
Pemain Pengganti Inggris
- Ezri Konsa (5/10): Masuk menggantikan Gordon, tetapi ia bertanggung jawab atas gol penyeimbang Martínez.
- Dan Burn (5/10): Pemain ketiga yang bernasib sial setelah penampilan singkatnya melawan Meksiko dan Norwegia.
- Nico O’Reilly (6/10): Tidak bisa mencegah umpan Messi yang berujung gol kemenangan Argentina.
- Ivan Toney (6/10): Masuk terlambat untuk memberikan dampak berarti.
- Marcus Rashford (6/10): Berusaha keras menyamakan kedudukan, namun kurang beruntung.
Rating Pemain Argentina (4-3-3)
Argentina tampil luar biasa di babak kedua dan mampu memanfaatkan kelemahan Inggris di akhir laga. Berikut rating pemain Inggris vs Argentina dari sisi La Albiceleste:
Emiliano Martínez (6/10): Kiper andalan Argentina tidak punya peluang menghentikan gol Gordon. Untuk sebagian besar sisa pertandingan, ia hanya menjadi penonton.
Nahuel Molina (6/10): Kesulitan menghadapi kombinasi kuat Spence dan Gordon di sisi kiri Inggris. Daya jelajahnya kurang efektif.
Cristian Romero (8/10): Langsung berhadapan dengan Bellingham di menit pertama dan menunjukkan kelincahan kaki untuk keluar dari tekanan. Performa kelas atas.
Lisandro Martínez (7/10): Berjalan di atas tali setelah mendapat kartu kuning di babak pertama. Tak heran ia ditarik keluar untuk menghindari risiko kartu merah.
Nicolas Tagliafico (5/10): Tangannya penuh kerja menghadapi Rogers dan kesalahannya justru menyebabkan gol Gordon.
Leandro Paredes (5/10): Tekenan keras pada Anderson di awal laga memberi nada, tetapi ia tidak mampu mendominasi lini tengah seperti biasanya.
Enzo Fernández (8/10): Hanya beberapa inci dari gol spektakuler di babak pertama, lalu ia mematahkan hati Inggris dengan gol penyeimbang yang luar biasa.
Alexis Mac Allister (8/10): Sangat tidak beruntung tidak mencetak gol setelah bola menghantam kedua tiang gawang. Pemain Liverpool ini kembali ke performa terbaiknya.
Giuliani Simeone (6/10): Seperti ayahnya, ia selalu terlibat dalam situasi panas, tetapi gagal memanfaatkan peluang saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper.
Lionel Messi (9/10): Sentuhan-sentuhan luwes dan lari-lari memikat yang tidak sesuai dengan usianya. Messi pantas mengakhiri karier Piala Dunia di panggung terbesar.
Julián Álvarez (8/10): Menimbulkan masalah besar bagi pertahanan Inggris di sisi kiri Argentina sepanjang laga. Ia adalah pewaris takhta Messi di masa depan.
Pemain Pengganti Argentina
- Nicolás González (8/10): Sepakannya ditepis Pickford, tetapi ia menambah daya gedor Argentina.
- Nicolás Otamendi (7/10): Luar biasa masih bermain di usia 38 tahun dengan kualitas yang tak pudar.
- Gonzalo Montiel (7/10): Peningkatan besar dari Molina saat Argentina mengejar gol penyeimbang.
- Rodrigo De Paul (8/10): Kehadirannya di bangku cadangan mengejutkan, namun ia sukses membantu mengubah jalannya pertandingan.
- Lautaro Martínez (8/10): Pahlawan Argentina dengan sundulan brilian yang memastikan kemenangan.
Kesimpulan: Messi dan Argentina ke Final
Laga ini membuktikan bahwa rating pemain Inggris vs Argentina tidak hanya ditentukan oleh statistik individu, tetapi juga momen krusial di detik-detik akhir. Argentina menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan, sementara Inggris harus merelakan mimpi mereka pupus. Messi tampil sebagai bintang lapangan dengan rating 9, diikuti oleh Fernández, Mac Allister, dan Álvarez yang juga bersinar. Bagi Inggris, Gordon dan Spence menjadi yang paling menonjol, namun kekalahan ini pasti menjadi pelajaran berharga untuk turnamen mendatang.
