Tim sepak bola wanita Borussia Dortmund sedang bersiap menatap musim baru dengan ambisi besar. Setelah gagal promosi musim lalu hanya karena selisih dua poin, klub raksasa Jerman itu kini memperkuat skuad dengan mendatangkan nama-nama besar. Salah satu langkah paling mengejutkan adalah merekrut kiper Timnas Austria, Manuela Zinsberger, yang sebelumnya bermain untuk Arsenal dan Bayern Munchen.
Dortmund wanita saat ini masih bermain di kasta ketiga Liga Jerman, namun target mereka jelas: menembus 2. Bundesliga dan pada akhirnya bersaing di Frauen-Bundesliga bersama raksasa seperti Bayern Munchen, Wolfsburg, dan Eintracht Frankfurt. Kehadiran Zinsberger serta legenda Jerman Alexandra Popp menjadi bukti keseriusan klub dalam mengembangkan skuad wanitanya.
Ambisi Besar di Balik Rekrutan Megabintang
Manajer umum tim wanita Borussia Dortmund, Svenja Schlenker, tak menutupi ambisinya. “Kami punya pemain baru yang hebat, lingkungan yang luar biasa. Manuela, setuju kan?” ujarnya sambil merujuk pada Zinsberger. Kiper berusia 30 tahun itu mengaku keputusannya meninggalkan Arsenal untuk bergabung dengan tim divisi tiga bukanlah hal yang mudah.
“Ini sebagian karena keputusan keluarga, tapi juga karena percakapan saya dengan Svenja,” kata Zinsberger. “Visi klub, ke mana mereka sekarang dan ke mana mereka ingin pergi, serta peran saya di dalamnya. Keluar dari zona nyaman adalah bagian besar dari keputusan ini. Saya ingin menantang diri saya di level lain.”
Ia menambahkan bahwa percakapan dengan manajemen menyentuh DNA klub, pengalaman yang bisa ia bawa, dan target yang tertulis jelas. “Dortmund sedang melakukan hal yang benar. Level klub, staf, infrastruktur sudah tinggi untuk klub divisi tiga. Kami memasang standar tinggi, itu menunjukkan apa yang klub investasikan untuk sepak bola wanita, dan itu membuat saya bahagia.”
Infrastruktur Modern, Fondasi Masa Depan
Schlenker menjelaskan bahwa ambisi Dortmund wanita tidak berhenti di rekrutan pemain. Klub berencana membangun fasilitas latihan sendiri di samping kampus tim pria. “Saya sudah bicara dengan banyak pemain, dan yang terpenting bagi mereka adalah fasilitas dan infrastruktur. Itu yang saya perjuangkan keras karena saya ingin membangun rumah kedua yang hebat bagi semua pemain kami.”
Zinsberger menyambut baik rencana tersebut. “Kita semua butuh uang untuk membayar tagihan, tapi infrastruktur yang tepat diperlukan untuk membangun generasi berikutnya. Saya sangat senang kami melakukan ini di sini.”
Selain mendatangkan pemain bintang, Dortmund juga merekrut mantan direktur olahraga Wolfsburg, Ralf Kellermann, untuk posisi yang sama. Menurut Schlenker, pengalaman Kellermann sangat berharga bagi klub yang memulai perjalanan dari divisi tujuh. “Kami masih punya banyak ‘pertama kali’ setiap tahun. Dengan pengalaman mereka, kami bisa belajar dan berkembang setiap hari.”
Langkah demi Langkah Menuju Puncak
Meski target jangka panjangnya besar, pendekatan Dortmund tetap realistis. “Kami punya target internal, tapi kami melihat pertandingan satu per satu. Tugas kami adalah memenangkan setiap laga,” kata Zinsberger. “Kami tidak bisa menganggap remeh satu pun pertandingan. Kami harus masuk dengan keinginan menang, dan hasil akhirnya semoga positif.”
Dortmund wanita juga berpotensi mendorong perkembangan sepak bola wanita Jerman secara keseluruhan. Sejak 2015, tak ada klub Jerman yang memenangkan Liga Champions Wanita. Schlenker mengakui butuh investasi besar, namun ia memilih fokus pada langkah saat ini. “Negara lain sudah sedikit lebih maju. Kami konsentrasi pada divisi tiga dulu, lalu pikirkan langkah berikutnya.”
Dengan kombinasi rekrutan bintang, infrastruktur modern, dan visi jangka panjang, Borussia Dortmund wanita menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sekadar tim penggembira. Mereka adalah raksasa yang mulai bangkit, siap menaklukkan divisi demi divisi demi mencapai puncak sepak bola wanita Jerman.
