Rodri kembali menunjukkan kualitas terbaiknya setelah melewati berbagai masalah cedera. Pemilik Ballon d’Or tersebut hanya tampil dalam 22 pertandingan sejak mengalami cedera ligamen anterior pada September 2024. Namun, penampilannya di Piala Dunia tidak menunjukkan bekas cedera parah yang dialaminya dalam dua tahun terakhir.
Gelandang berusia 30 tahun itu sudah memimpin beberapa kategori statistik sebelum final. Ia berhasil meningkatkan angkanya lebih dari yang mungkin diharapkan oleh pelatih Luis de la Fuente. Catatan statistik Rodri di Piala Dunia ini menjadi sorotan utama karena konsistensinya dari fase grup hingga partai puncak.
Dominasi Operan Akurat di Setiap Laga
Menurut data Opta, Rodri mencatatkan rata-rata 94,0 operan sukses per 90 menit. Angka tersebut menjadi rata-rata tertinggi di antara pemain dengan minimal 400 menit bermain dalam satu edisi Piala Dunia. Ia juga memimpin dalam kategori operan yang memecah garis pertahanan lawan.
Sebagian dari pencapaian ini merupakan hasil wajar karena ia bermain di lini tengah tim yang memiliki rata-rata operan terbanyak turnamen. Namun, akurasi operannya jauh lebih mengesankan ketimbang volumenya. Rodri menuntaskan 93,2% operannya di turnamen ini, dengan rekor 95,3% saat melawan Argentina, yang merupakan yang tertinggi dari delapan pertandingannya. Gelandang Manchester City itu hanya salah membidik lima dari 106 operan yang ia coba di final.
Akurasi di Area Berbahaya
Yang lebih menarik adalah akurasi Rodri nyaris tidak menurun di area berbahaya. Ia memimpin Piala Dunia untuk operan sukses di sepertiga akhir lapangan dengan 204 operan, atau 91,9% dari 222 percobaan. Kemampuan mempertahankan bola yang luar biasa membantu Spanyol hanya kebobolan expected goals (xG) sebesar 2,37 sepanjang turnamen—sangat rendah, hanya 0,28 per 90 menit, dan hanya 0,22 dalam final yang berdurasi 120 menit.
Ketangguhan Tanpa Bola yang Tak Kalah Penting
Kontribusi Rodri saat timnya tidak menguasai bola sama pentingnya. Ia melakukan 26 tekel, terbanyak di antara semua pemain turnamen. Sekali lagi, ia melampaui rata-rata Piala Dunia di final dengan empat tekel, dan tidak pernah digiring melewatinya, berbeda dengan empat dari enam pertandingan sebelumnya.
Lokasi kerja defensif Rodri bervariasi dan mengesankan. Ia merebut bola dari Enzo Fernández di kotak penalti Argentina, menjegal Julián Alvarez di dekat lingkaran tengah, dan melepaskan tekanan dari Nico González di tepi sepertiga pertahanan Spanyol. Yang paling krusial, ia melucuti Lionel Messi pada menit ke-92 waktu normal saat Messi mendekati area penalti. Bisa dibayangkan jika tekel itu gagal, Argentina mungkin berhasil mempertahankan gelar juara.
Keunggulan dalam Duel Darat
Tekel hanyalah bagian dari metrik duel darat yang juga mencakup dribel dan pelanggaran. Rata-rata tingkat keberhasilan duel darat adalah 50% karena selalu ada pihak yang kalah. Rodri memenangkan 63,3% dari 60 duel darat yang ia hadapi di Piala Dunia, jauh di atas rata-rata timnya yang hanya 48,6%. Dari 27 pemain lain yang melakukan lebih dari 46 duel untuk negaranya, tidak ada yang memiliki tingkat keberhasilan setinggi Rodri. Sama seperti operannya, peraih Bola Emas turnamen ini melampaui rata-rata turnamen dengan memenangkan 80% duel daratnya di final.
Pengaruh Besar Rodri terhadap Pertahanan Spanyol
Pengaruh Rodri paling baik terlihat dari catatan Spanyol dalam menghadapi peluang besar versi Opta. Spanyol hanya kebobolan lima peluang besar dalam delapan pertandingan. Satu peluang Cape Verde berasal dari tendangan sudut setelah Rodri ditarik keluar, sementara Darwin Núñez gagal menyambar bola dengan baik saat mendapat peluang lain di laga melawan Uruguay.
Tiga peluang besar lainnya—yang semuanya terjadi sebelum perempat final—berasal dari sundulan. Dua di antaranya berasal dari umpan silang dari sisi kiri Spanyol, bukan sisi Rodri. Tim-tim lawan sesekali bermain melewati lini tengah, tetapi tidak pernah menembusnya. Argentina pun tidak mampu melakukannya meski memperebutkan trofi. Rodri layak menjadi Pemain Terbaik Turnamen, dan performanya di final bahkan lebih baik lagi.
Kesimpulannya, statistik Rodri di Piala Dunia ini tidak hanya menunjukkan pemulihan luar biasa dari cedera, tetapi juga membuktikan bahwa ia adalah gelandang paling dominan di turnamen. Dari akurasi operan hingga kegigihan bertahan, semua aspek permainannya berpadu sempurna untuk membawa Spanyol meraih gelar juara. Rodri menjadi contoh nyata bahwa seorang pemain bisa kembali ke level teratas meski sempat terpuruk oleh cedera berat.
