Sengketa kontrak Mateta di Crystal Palace berujung kekalahan ganda bagi sang pemain. Jean-Philippe Mateta gagal membatalkan tahun terakhir kontraknya melalui tribunal independen Premier League dan FIFA. Padahal, penyerang asal Prancis berusia 29 tahun itu sudah lama berusaha meninggalkan Selhurst Park lebih awal.
Sengketa ini bermula ketika Crystal Palace mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak 12 bulan pada 2024. Dengan perpanjangan tersebut, kontrak Mateta kini baru akan berakhir pada penghujung musim ini. Namun, Mateta dan perwakilannya menilai perpanjangan itu tidak sah sehingga mereka membawanya ke jalur hukum.
Banding Mateta Ditolak Tribunal Premier League dan FIFA
Perkara ini sebenarnya sudah bergulir sejak musim lalu ketika Mateta mengajukan gugatan ke tribunal independen sesuai regulasi Premier League. Sayangnya, hasil resmi dari proses tersebut tidak pernah diumumkan kepada publik. Crystal Palace justru bersikeras bahwa kontrak sang pemain tetap sah dan mengikat.
FIFA menjadi arena kedua yang ditempuh Mateta untuk memperjuangkan keabsahan kontraknya. Akan tetapi, badan sepak bola dunia tersebut justru menyatakan tidak memiliki yurisdiksi atas sengketa ini sehingga gugatannya ikut ditolak. Dengan demikian, seluruh upaya hukum yang tersedia tidak berpihak kepada Mateta.
Bukti bahwa kontrak tersebut masih dianggap berlaku adalah penampilan Mateta dalam kekalahan 0-2 dari Everton pada Sabtu lalu. Saat itu, ia tetap dimainkan meski sengketanya masih berjalan. Perwakilan Mateta pun telah dihubungi untuk dimintai tanggapan, tetapi belum ada pernyataan resmi yang keluar.
- Tribunal Premier League: menolak gugatan Mateta.
- FIFA: menolak karena tidak memiliki yurisdiksi.
- Crystal Palace: bersikeras kontrak tetap mengikat.
Kronologi Sengketa Kontrak Mateta
Sengketa kontrak Mateta ini bermula dari keputusan Crystal Palace mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak pada 2024. Sebelumnya, Mateta bergabung dengan status pinjaman dan kemudian dipermanenkan dari Mainz pada Januari 2022. Ia menandatangani kontrak berdurasi empat setengah tahun yang di dalamnya memuat klausul opsi perpanjangan 12 bulan.
Ketika opsi itu diaktifkan oleh Palace, masa bakti Mateta otomatis bertambah satu musim. Akibatnya, kontraknya kini baru akan berakhir pada penghujung musim ini, bukan sesuai keinginannya untuk segera pindah. Mateta bersama timnya menilai perpanjangan tersebut tidak sah sehingga memilih menempuh jalur hukum.
Sayangnya, seluruh upaya yang ditempuh justru berakhir dengan kekalahan. Padahal, Mateta disebut sudah lama mendorong kepergiannya dari Selhurst Park. Hingga saat ini, ia pun masih terikat kontrak dengan Palace dan tetap menjadi bagian dari skuad utama.
Dampak Sengketa: Aston Villa Berminat, Transfer ke Milan Gagal
Keinginan Mateta untuk hengkang sebenarnya bukan hal yang baru. Ia disebut menjadi salah satu target Aston Villa yang tengah mempertimbangkan menjual Ollie Watkins ke Al-Hilal. Jika Watkins benar-benar dilepas ke Arab Saudi, bukan tidak mungkin Villa akan melirik Mateta sebagai penggantinya.
Sebelumnya, Mateta juga sempat nyaris bergabung dengan AC Milan pada Januari lalu. Klub Italia itu dikabarkan telah menyepakati biaya transfer sekitar £30 juta untuk memboyongnya. Namun, kesepakatan itu batal setelah Mateta gagal menjalani tes medis karena masalah pada lututnya.
Akibat masalah tersebut, Mateta harus menepi selama dua bulan dari lapangan. Ia kemudian kembali pulih dan membantu Crystal Palace meraih gelar juara Conference League. Meski begitu, sebagian pendukung Palace sempat mencemoohnya di tengah situasi yang pelik tersebut.
Kini, Mateta diprediksi kembali mendapat sambutan kurang hangat saat Manchester City berkunjung ke London selatan pada Jumat malam nanti. Laga tersebut sekaligus menjadi pertandingan kandang pertama Palace pada musim baru. Tekanan dari tribun pun bisa menjadi ujian tersendiri bagi mentalitas Mateta.
Ismaïla Sarr Dipastikan Bertahan di Palace
Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer, pelatih baru Palace, Pierre Sage, memberikan kepastian soal masa depan Ismaïla Sarr. Ia menegaskan bahwa penyerang asal Senegal itu akan tetap bertahan di klub. Pernyataan ini sekaligus membantah laporan yang menyebut Sarr menolak bepergian ke Merseyside karena ingin hengkang.
Sarr sendiri absen dalam kekalahan 2-0 dari Everton karena mengalami nyeri di area selangkangan. Sage menjelaskan bahwa keputusan untuk mengistirahatkan Sarr diambil setelah berdiskusi dengan dokter tim. “Kami mengambil keputusan sebelum sesi latihan bersama dokter, pemain, dan saya, untuk membiarkannya menjalani perawatan dan sesi individual, dan ia akan kembali bersama kami pada Senin,” ujar Sage.
“Untuk saat ini, kami tidak ingin ia pergi. Ia masih terikat kontrak dengan kami dengan sisa tiga tahun dan ia akan bersama kami pada Senin,” tegasnya. Dengan pernyataan ini, spekulasi kepergian Sarr ke Galatasaray pun mereda. Palace jelas tidak berniat melepas pemain kuncinya tersebut dalam waktu dekat.
Palace Waspadai Minat pada Wharton dan Muñoz
Crystal Palace juga harus bersiap menghadapi minat klub lain terhadap dua pemain kuncinya, Adam Wharton dan Daniel Muñoz. Muñoz kini telah memasuki dua tahun terakhir masa kontraknya bersama klub. Bek kanan asal Kolombia itu disebut-sebut masuk radar Everton, Nottingham Forest, dan Tottenham Hotspur.
Dengan situasi ini, Palace tampaknya bakal disibukkan oleh berbagai tawaran hingga bursa transfer ditutup. Mereka sebenarnya telah mengamankan kesepakatan pinjaman untuk Axel Disasi dari Chelsea. Namun, bukan tidak mungkin Palace juga akan mencari tambahan pemain di lini belakang menjelang tenggat waktu bursa transfer.
Kekhawatiran Cedera Chadi Riad di Lini Belakang
Masalah lain datang dari sektor pertahanan menyusul cedera Chadi Riad. Bek asal Maroko itu harus keluar lapangan dengan tandu setelah mencoba memblokir umpan silang pada babak kedua melawan Everton. Kekhawatiran besar muncul karena lututnya kembali bermasalah setelah ia melewati cedera serius sebelumnya.
Riad sempat absen lebih dari satu tahun akibat cedera ligamen anterior (ACL) pada penampilan keduanya bersama Palace. Cedera tersebut terjadi setelah ia bergabung pada 2024. Kini, klub khawatir cedera lama itu kembali kambuh dan mengganggu rencana di musim yang baru dimulai.
“Saya harap kondisinya lebih baik dari yang kita perkirakan. Kami menunggu tes medis,” ujar Sage. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan cedera parah, Palace kemungkinan besar harus berburu bek tengah baru. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah tambahan di tengah bursa transfer yang sudah padat.
Secara keseluruhan, Crystal Palace sedang menghadapi periode yang penuh tantangan menjelang penutupan bursa transfer. Di satu sisi, mereka harus mempertahankan pemain kunci seperti Mateta dan Sarr dari ancaman klub lain. Di sisi lain, cedera pemain seperti Chadi Riad memaksa mereka untuk tetap aktif bergerak di pasar transfer.
Meski sengketa kontrak Mateta belum menemukan titik terang, yang jelas penyerang asal Prancis itu masih terikat kontrak dengan Palace untuk saat ini. Laga melawan Manchester City tentu menjadi ujian besar, baik bagi Mateta maupun bagi Sage yang baru memulai era kepelatihannya. Semua mata pun akan tertuju pada bagaimana Palace mengarungi sisa bursa transfer dan tekanan di dalam lapangan.
